Rabu, 04 September 2013

Makalah Hakikat Drama dan Jenis Drama


KATA PENGANTAR
            Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera untuk kita semua.
            Puji syukur kita ucapkan kepada Tuhan yang maha Esa, karena dengan kebesaranNya kita dapat membuat makalah ini dengan tepat waktu. Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat dipelajari dengan baik. Makalah ini berisikan informasi tentang bahasa Indonesia khususnya dibidang drama. Kegiatan baik seperti ini dapat menambah wawasan kita tentang kebahasaan dan kreatifitas.
            Terimakasih kepada seluruh anggota yang terlibat dalam menyelesaikan makalah ini dan juga terimakasih kepada semua pembaca. Semoga dapat dengan mudah dipahami. Selamat belajar dan semoga sukses.
            Wassalamualaikum Wr. Wb.
Oktober 2013
Penyusun,












DAFTAR ISI
            KATA PENGANTAR.................................................................................................1
            DAFTAR ISI............................................................................................................2
            BAB I PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang Masalah..........................................................................................3
1.2              Tujuan....................................................................................................................3
BAB II ISI
2.1       Pengertian Drama...................................................................................................4
2.2       Ciri-Ciri Drama......................................................................................................4
2.3       Unsur-Unsur Drama...............................................................................................5
2.4       Jenis-Jenis Drama..................................................................................................7
2.5       Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Pementasan Drama..............................9
2.6       Langkah-Langkah Menulis Drama......................................................................10
            BAB III PENUTUP
3.1       Kesimpulan.........................................................................................................11
3.2       Saran...................................................................................................................12
            DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang Masalah
Dibuatnya makalah yang berisi tentang hakikat drama dan jenis-jenis drama ini adalah untuk memenuhi tugas teori sastra Indonesia. Selain itu mudah-mudahan isi makalah ini dapat bermanfaat bagi kita yang membaca dan mempelajarinya, serta dapat  menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang drama
1.2              Tujuan
Untuk meningkatkan pengetahuan dan pembelajaran tentang drama, meningkatkan kemampuan untuk berbahasa Indonesia secara baik dan benar. Baik secara lisan maupun tulisan, dan dapat menambah wawasan dan kreatifitas dalam berkarya.



















BAB II
ISI
2.1       Pengertian Drama
Drama menurut bahasa Yunani berarti aksi atau perbuatan, sedangkan pengertian drama secara luas adalah jenis karangan atau cerita yang dipertunjukkan dalam suatu tingkah laku, lakon, mimik dan perbuatan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan.
Dalam buku The American College Dictionary drama didefenisikan sebagai prosa atau puisi yang menyajikan dialog dua orang atau lebih, pantonim atau cerita yang memiliki konflik atau klimaks untuk dipentaskan.
Didalam Oxford Dictionary drama sebagai komposisi prosa boleh disesuaikan untuk disaksikan diatas pentas yang ceritanya disampaikan melalui dialog dan aksi, dan dipersembahkan dengan bantuan gerak, kostum dan latar seperti kehidupan yang sesungguhnya.
Dasar-dasar inilah yang membuat drama merupakan bagian dari sastra. Selain bagian dari sastra drama juga merupakan bagian dari seni, karena didalam drama juga terdapat dasar-dasar seni seperti lakon, seni drama, seni tari, dan juga seni musik,
2.2       Ciri-Ciri Drama
            Ciri-ciri drama pada umumnya sebagai berikut
·         Drama biasanya berawal dari naskah yang dibaca lalu dipentaskan.
·         Naskah drama biasanya berbentuk prosa atau puisi
·         Drama tersusun dari dialog-dialog yang disusun oleh pengarang dengan karakter dan watak yang ingin diwujudkan
·         Pemikiran, gagasan, dan pesan pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang disampaikan melalui dialog antar tokoh
·         Konflik merupakan unsur penting dalam drama, konflik ditimbulkan oleh tokoh-tokoh dalam drama
·         Sebuah drama yang tidak memiliki konflik dan anti klimaks digolongkan kedalam drama yang kurang baik
·         Memakai gaya bahasa yang sesuai dengan watak dan tokoh
2.3       Unsur-unsur Drama
Drama terdiri dari dua unsur yang membangun, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
Yang dimaksud dengan unsur intrinsik adalah unsur yang berasal dari dalam drama itu sendiri, yang termasuk unsur intrinsik adalah :
·         Tokoh
Tokoh adalah individu atau seseorang yang menjadi pelaku cerita. Tokoh dalam cerita fiksi atau drama berkaitan dengan nama, umur, jenis kelamin, keadaan kejiwaan, jabatan, dan tipe fisik.
Berdasarkan sifatnya, tokoh terbagi 4 yaitu:
1.      Tokoh protagonis yaitu tokoh yang mendukung cerita atau tokoh yang memerankan perilaku baik,
2.      Tokoh antagonis yaitu tokoh yang menentang cerita atau tokoh yang memerankan perilaku jahat
3.      Tokoh tritagonis yaitu tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun tokoh antagonis
4.      Tokoh figuran yaitu tokoh yang perannya tidak terlalu berarti.
Berdasarkan peranannya, tokoh dibagi sebagai berikut:
1.      Tokoh sentral yaitu tokoh yang paling menentukan dalam drama dan penyebab terjadinya konflik, tokoh sentral meliputi tokoh antagonis dan tokoh protagonis
2.      Tokoh utama yaitu tokoh pendukung atau penentang tokoh sentral, dapat juga sebagai perantara tokoh sentral, tokoh utama dalam hal ini adalah tokoh tritagonis
3.      Tokoh pembantu yaitu tokoh-tokoh yang memegang peran pelengkap dan peran tambahan, dalam hal ini tokoh pembantu adalah tokoh figuran

·         Perwatakan dan Penokohan
Perwatakan disebut juga penokohan. Perwatakan atau penokohan adalah suatu gambaran sifat suatu tokoh didalam cerita.
Perwatakan dan penokohan dapat dibedakan menjadi 3 bagian:
1.      Keadaan fisik, yaitu seperti umur, jenis kelamin, ciri-ciri tubuh dan juga ciri-ciri yang menonjol
2.      Keadaan psikis, seperti watak, kegemaran, tempramen, dan juga sikap sikap pada saat keadaan emosional
3.      Keadaan sosiologis yang meliputi ras, agama, pekerjaan dan status sosial
·         Setting atau Latar
Latar adalah keterangan mengenai keadaan atau situasi yang menyertai ujaran atau percakapan.
Latar terbagi 3:
1.      Latar tempat yaitu tempat terjadinya cerita dalam drama
2.      Latar waktu yaitu waktu terjadinya cerita dalam drama, bisa berarti zaman atau tahun tertentu dan bisa juga seperti pagi, siang, sore, dan malam hari
3.      Latar ruang yaitu ruang terjadinya cerita dalam drama seperti didalam atau diluar rumah, diruang tamu, dan juga keaadaan ruangan seperti terdapat meja, lukisan, dan lain lain
·         Tema
Tema adalah pokok pikiran dan dasar cerita yang dipakai sebagai dasar mengarang.
·         Alur atau Plot
Alur atau plot adalah jalan cerita. Menceritakan drama dari awal hingga tuntas, dari perkenalan tokoh hingga drama selesai.


·         Amanat atau pesan pengarang
Dalam setiap drama pasti memiliki pesan dan amanat yang ingin disampaikan oleh pengarang. Setiap amanat yang ingin disampaikan oleh pengarang harus dicari sendiri oleh pembaca atau penonton oleh sebab itu amanat yang diterima setiap penonton berbeda-beda.

2.4       Jenis-Jenis Drama
Drama dapat dibagi beberapa jenis, dapat berdasarkan isinya, berdasarkan cara penyajian, berdasarkan bentuk, dan bedasarkan massa waktunya.
·         Drama berdasarkan isi ceritanya:
1.      Drama tragedi
Drama tragedi adalah drama dengan kisah sedih yang tak berujung. Tokoh-tokoh yang terlibat akan dikenakan masalah atau bencana yang besar, serta biasanya diakhiri dengan kesedihan pada tokoh protagonis.
Contoh: drama Romeo dan Juliete, dan film Titanic
2.      Melodrama
Melodrama adalah drama yang sangat mengharukan, meyakinkan, menyentuh hati, dan cendrung berlebihan. Melodrama biasanya terdiri dari tokoh antagonis yang sangat jahat dan kejam dan tanpa ada sisi baiknya sedikitpun dan tokoh protagonis yang sangat baik tanpa ada kesalahan, dan didalam melodrama tokoh hanya bersikap pasrah dengan apa yang terjadi.
Contoh: film Eiffle I’m in Love, dan mayoritas seluruh sinetron di indonesia adalah melodrama
3.      Komedi (drama ria)
Komedi adalah drama ringan yang sifatnya menghibur, didalamnya terdapat dialog kocak atau perbuatan yang dapat mengundang tawa, bersifat menyindir dan biasanya berakhir dengan bahagia. Tidak semua orang dapat tertawa pada saat melihat drama komedi. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan dan budaya yang berbeda.
Contoh: film Mr. Bean
4.      Dagelan
Dagelan adalah drama yang isinya kocak dan ringan, biasanya bersifat kasar, lentur, dan vulgar. Dalam dagelan tidak ada konsistensi terhadap tokoh dan alur. Tokoh yang awalnya antagonis atau protagonis dapat berubah menjadi kocak di tengah tengah cerita. Oleh sebab itu durasi dalam dagelan juga jarang sekali ditepati.
Contoh: Ketoprak Humor, teater Srimulat, dan Opera Van Java

·         Drama berdasarkan cara penyajiannya
1.      Closed drama (drama untuk dibaca)
Closed drama adalah drama yang dibuat hanya untuk dibaca dan hanya bagus jika hanya dibaca. Drama ini terdiri dari dialog-dialog panjang dan dengan kata-kata yang indah. Dialog yang digunakan tidak mencerminkan percakapan sehari-hari sehingga sulit untuk dipentaskan.
2.      Drama treatrikal (drama yang dipentaskan)
Drama treatrikal adalah drama yang dipentaskan baik diatas panggung maupun tidak.
3.      Drama radio
Drama radio adalah drama yang dipentaskan melalui radio. Drama radio mementingkan dialog antar tokoh yang diucapkan. Drama radio biasanya direkam melalui kaset dan diberikan sound effect agar lebih menarik. Adegan dan babak dalam drama radio dapat diganti sebanyak mungkin karena tidak perlu mengganti properti.
4.      Drama televisi
Drama televisi adalah drama yang ditayangkan dan dipentaskan melalui media televisi. Kelebihan media televisi adalah pada saat menayangkan flashback. Drama televisi berbentuk skenario dan ditayangkan dalam bentuk film dan sinetron.

·         Drama berdasarkan bentuknya:
1.      Sandiwara
Sandiwara terdiri atas dua bahasa jawa yaitu sandi yang berarti rahasaia dan warah yang berarti ajaran. Sandiwara adalah suatu pengajaran dan disampaikan secara sia-sia melalui tontonan
2.      Teater rakyat
Teater rakyat adalah tontonan drama yang dipertunjukan dihadapan orang banyak dan bersifat merakyat. Contohnya seperti lenong dari jakarta, ketoprak dari jawa, arja dari bali dan sebagainya.


3.      Opera
Opera adalah drama yang berisi dialog dan musik pada saat penyajiannya. Opera juga biasa disebut sebagai drama musikal.
4.      Sendratari
Sendratari adalah seni drama tari atau drama tanpa dialog. Suasana adegan dengan gerak yang berunsur tari dari para pemainnya. Biasanya drama yang dibawakan secara sendratari ini adalah cerita klasik seperti Ramayana dan Mahabarata.
5.      Pantonim
Pantonim adalah seni drama tanpa kata kata dan hanya menggunakan gerak tubuh dan mimik wajah. Pantonim biasanya diiringi oleh musik.
6.      Operet atau opperette
Operet adalah opera dengan cerita yang lebih pendek.
7.      Passie
Passie adalah drama dengan unsur agama atau religius
8.      Wayang
Wayang adalah drama yang pemain dramanya adalah boneka wayang
·         Drama berdasarkan massa waktunya
1.      Drama baru (modern)
Drama baru adalah drama yang bertujuan memberi pesan kepada penontonnya dan temanya menurut kehidupan sehari-hari.
2.      Drama lama (klasik)
Drama lama adalah drama yang menceritakan kesaktian, istanasentris, kehidupan dewa-dewi, kejadian ajaib, dan lain sebagainya.
2.6              Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pementasan Drama
            Dalam pementasan drama ada beberapa hal yang perlu diketahui, diantaranya:
·         Prolog yaitu kata pembuka pada suatu drama
·         Epilog yaitu kata penutup pada suatu drama
·         Monolog yaitu berbicara sendiri pada suatu drama
·         Dialog yaitu bagian dari naskah drama atau percakapan antar pemain

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam drama adalah:
·         Tata panggung
Tata panggung harus disesuaikan dengan keadaan tema dan situasi drama. Tata panggung harus bisa menggambarkan tema dan keadaan dengan baik.
·         Pemeran
Pemeran sangat memiliki peran penting dalam suatu drama. Pemeran harus bisa memerankan tokohnya dengan sesuai agar drama dapat sukses.
·         Kostum
Kostum sangat berpengaruh daram drama, kostum harus bisa menunjang dan sesuai dengan peran sang tokoh.
·         Suara
Suara sangat mempengaruhi kelancaran pementasan. Apabila suara tidak mendukung, maka penonton akan kesulitan menangkap jalan cerita dan pesan dari drama tersebut
2.6       Langkah-langkah Menulis Naskah Drama
·         Melihat gambar atau perisitiwa yang menyentuh perasaan, atau menggali sesuatu dalam diri dan lingkungan sekitar
·         Membayangkan peristiwa yang dapat terjadi melalui gambaran itu
·         Membuat rangkaian cerita
·         Memilih peristiwa yang dapat digambarkan dalam naskah
·         Menulis dialog sehingga membentuk naskah drama
·         Memberi nama tokoh atau pelaku dalam setiap dialog
·         Menambahkan narasi, berupa latar suasana, dan lakuan tokoh

BAB III
PENUTUP
3.1       Kesimpulan
Drama merupakan pertunjukan cerita atau lakon kehidupan manusia yang dipentaskan. Yang mempunyai ciri-ciri diantaranya drama merupakan prosa modern, naskah drama berbentuk prosa atau puisi, drama terdiri dari dialog, pemikiran dan gagasan pengarang disampaikan melalui dialog watak-wataknya, konflik, sebuah skrip yang tidak didasari oleh konflik tidak dianggap sebuah drama yang baik, dan gaya bahasa.
Adapun unsur-unsur yang terkandung di dalamnya yaitu unsur intrinsik (unsur dalam) dan unsur ektrinsik (unsur luar). 
Unsur-unsur intrinsik yaitu tokoh, penokohan, setting, tema, alur atau plot, dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik dalam drama adalah unsur yang tampak, seperti adanya dialog atau percakapan. Namun, unsur-unsur ini bisa bertambah ketika naskah sudah dipentaskan. Seperti panggung, properti, tokoh, sutradara, dan penonton.
Jenis-jenis drama dapat diklasifikasikan berdasarkan isi ceritanya (drama tragedy, melodrama, komedi dagelan). Berdasarkan cara penyajiannya (closed drama, drama treatikal, drama radio, drama televisi). Berdasarkan bentuknya (sandiwara, teater rakyat, opera, sendratari, pantomim, operet, tableau, passie, wayang, minikata). Dan menurut masanya drama ada drama baru dan drama lama.
Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu prolog, epilog, monolog, dan dialog. Selain itu juga ada tata panggung, pemeran, kostum, dan suara yang perlu diperhatikan.
3.2       Saran
Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat mendatangkan ilmu pengetahuan kepa kita, dan semoga dapat menambah kreatifitas serta lebih mudah dalam memahami pelajaran.



DAFTAR PUSTAKA
Fajar. (2012). Contoh Makalah Drama. [online]. Tersedia: http://anjar-fajar.blogspot.com/2012/10/contoh-makalah-drama.html  [29 Agustus 2013].
Hidayat S. (2010). Makalah Bhs.Indonesia tentang Drama. [online]. Tersedia: http://ucu-syarief.blogspot.com/2011/03/makalah-bhs-indonesia-tentang-drama.html  [29 Agustus 2013].

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar